Konvoi Kendaraan Siswa Dikawal Polisi

Kompas.com - 18/04/2012, 18:15 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Usai menyelesaikan Ujian Nasional (UN) selama tiga hari berturut-turut mulai Senin (16/4/2012) lalu, ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkonvoi kendaraan di ruas jalan kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, Rabu (18/4/2012) siang.

Ratusan siswa ini dari berbagai SMK di kota Makassar. Awalnya hanya berjumlah puluhan, kemudian mereka memanggil rekan-rekannya di sekolah lain untuk meluapkan kegembiraan telah menyelesaikan UN.

Satuan lalu lintas Polrestabes Makassar melihat aksi siswa tersebut dan mengikutinya dari belakang. Sebelumnya, polisi mengancam akan menindak tegas dengan memberikan sanksi tilang kepada siswa yang berkonvoi. Namun, menyusul perintah dari pimpinan satuan agar melakukan pengawalan hingga konvoi kendaraan siswa berakhir.

Meski ugal-ugalan di jalan dan menimbulkan kemacetan lalu lintas, konvoi kendaraan siswa berjalan lancar. Setelah meluapkan kegembiraannya dengan berkonvoi, saling coret-coret seragam pakai pilox, mereka lalu membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, dari pantauan Kompas.com di sejumlah SMK di Makassar, pihak sekolah menggelar berbagai acara dan menutup pintu pagar usai UN agar siswa tidak ikut terpengaruh berkonvoi kendaraan serta saling coret. Pihak keamanan sekolah dibantu aparat kepolisian melakukan pengamanan di pintu masuk sekolah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau